Halo sahabat baikku, apa kabar? Senang bisa berjumpa lagi
. Mudah-mudahan sahabat semua sehat dan bahagia. Aku do’akan deh mudah-mudahan sahabat semua sehat dan bahagia. Oh iya tulisan ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya di blog ku yang lain. Beginilah kelanjutannya:
Setelah merasa terasing dalam pergaulan aku merasa harus memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain supaya bisa dihargai atau setidaknya dianggap. Apa itu?? Modalku cuma satu, yaitu berusaha sekuat mungkin jadi yang paling pinter. Ternyata ngga bisa juga, masih ada yang lebih pinter dari aku. Di kelasku ada Diana Yulianti (Anaknya Jendral Tarub, dulu komandan Kopassus di depan sekolahku) dan Yudha. Di kelas lain ada si Yudhi yang kembarannya Yudha. Mereka bertiga bisa masuk ke UI tanpa test. Aku ngga keterima di UGM, hiks sedihnya.
Tapi masih ada harapan untuk ikut UMPTN. Aku daftar ke sekolah yang paling keren se Indonesia dan jurusan yang paling keren, Teknik Elektro ITB. Sound familiar to you? Alhamdulillah keterima. Wah itulah sebangga-bangganya aku selama ini. Bisa masuk ITB man. Kesuksesan seperti sudah terbayang di depan mata.
Benarkah masuk ITB adalah sebuah kesuksesan? Kita nantikan lagi lanjutannya disini.
Filed under: Cerita
[...] kepanjangan ya. Ah nanti deh kita lanjutkan ceritanya di blog ku yang [...]
[...] back my great buddy. Wilujeng sumping di sambungan cerita sebelumnya. Setelah masuk ke ITB aku serasa sudah memiliki dunia. Tapi apakah benar kesuksesan sudah ada di [...]