Sebuah Protes

Diambil dari sini.

Pada suatu hari, salah seorang teman mem-forward tulisan di salah satu situs muslim. Inti isinya adalah tentang ajakan boikot perusahaan yang dicurigai menjadi penyuplai dana ke negara Yahudi, Israel. Tetapi menurutku isi dan cara penyampaiannya sangat kotor dan menjijikkan.

Sebenarnya aku sudah lelah melihat dunia Islam sekarang ini. Para aktivisnya sering sekali berteriak-teriak mengajak membenci seseorang atau suatu kelompok yang berseberangan dengan mereka. Aku ngga tahu, mereka itu membenci orangnya atau membenci perilakunya?

Sebagai seseorang yang bekerja bersungguh-sungguh untuk mencari nafkah keluarga. Mencarinya dengan cara yang halal dan juga membelanjakannya dengan belanja yang halal, aku ngeri melihat cara seorang aktivis Islam menyamakan apa yang aku lakukan dengan perbuatan yang biadab.

Aku juga sama seperti orang-orang di Palestina. Aku bekerja sungguh-sungguh dengan cara yang halal di tempat yang halal. Orang Palestina juga bekerja sungguh-sungguh dengan cara yang halal di tempat yang halal, meskipun itu di pabrik-pabrik milik orang Israel.

Aku juga membelanjakannya dengan sungguh-sungguh mencari tempat yang halal, untuk kesenangan keluargaku. Sama juga halnya orang Palestina membelanjakan uang yang didapatnya dari orang Israel, untuk menafkahi keluarganya. Aku ngga terima kalau perbuatanku yang sungguh-sungguh ini disamakan dengan perbuatan keji!!. Orang yang bikin tulisan itulah yang keji.

Enak saja dia menyamakan apa yang telah aku usahakan sungguh-sungguh dengan daging bayi Palestina. Minuman yang aku belikan untuk anakku disamakan dengan darah orang Palestina. AKU PROTES KERAS !!!

Bawa saja kebencianmu kepada Israel ke tempat yang jauh. Kamu ngga akan bisa berbuat apa-apa. Sampai kiamat nanti, negara Israel akan tetap ada di tempatnya. Dan kamu beserta orang-orang yang penuh kebencian akan membawa kebencianmu sampai liang lahat tanpa hasil.

Kenapa mereka ini tidak bisa menerima kenyataan, bahwa negara Israel itu memang sudah ada dan tidak mungkin dihapuskan dari muka bumi? Kenapa lebih sibuk dengan memboikot daripada sibuk membuktikan bahwa diri mereka lebih baik dari Israel?

Sudahlah, terima saja kenyataan yang ada sekarang ini. Mulailah belajar, berjuang, dan berusaha sungguh-sungguh untuk membuktikan bahwa kalian itu adalah ummat terbaik yang ada di dunia. Apa tidak terlihat, sekarang itu ummat Islam dianggap sebagai ummat terbelakang dan selalu berhubungan dengan teroris? Kalian juga sibuk berkelahi dengan sesama ummat Islam lainnya.

Dan ingat, jangan lagi berani bilang kalau apa yang sudah aku usahakan dengan cara yang halal dan aku belanjakan dengan yang halal sama dengan perbuatan keji. I’m sick of it.

Merdeka atau Mati

Hari ini, 17 Agustus adalah hari kemerdekaan ke 62 negaraku, Republik Indonesia tercinta. Kalau melihat umurnya, hmmm sudah cukup tua ya. Dilihat dari rata-rata usia harapan hidup Indonesia yang cuma 65 tahun, ya sudah hampir dekat lah. Lho lho lho, apa nih maksudnya? Masa kita mau teriak Indonesia mau merdeka atau mati? He he hehe.

read on

Raihana

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu. “Kami pernah
berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Read more »